Kembali ke Berita

Kuliah Umum STMIK Tazkia: Urgensi Siber dalam Ketahanan Bangsa & Geopolitik Indonesia — Membangun Generasi Digital yang Berdaulat, Unggul dan Berkarakter Mulia

• Tim Humas STMIK Tazkia
kuliah-umum keamanan-siber geopolitik ketahanan-bangsa kedaulatan-digital dprd teknik-informatika sistem-informasi

Pada hari Sabtu, 26 September 2026, STMIK Tazkia menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Urgensi Siber dalam Ketahanan Bangsa & Geopolitik Indonesia: Membangun Generasi Digital yang Berdaulat, Unggul dan Berkarakter Mulia”. Kegiatan ini berlangsung di Kantor DPRD Kota Bogor, Jl. Pemuda No.26, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa serta civitas akademika STMIK Tazkia.

Foto bersama seluruh peserta Kuliah Umum STMIK Tazkia di Kantor DPRD Kota Bogor

Mengapa Urgensi Siber dan Geopolitik?

Di tengah lanskap geopolitik global yang semakin kompleks, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis — melainkan pilar penting dalam ketahanan nasional. Serangan siber terhadap infrastruktur kritis, pencurian data strategis, dan perang informasi digital menjadi ancaman nyata bagi kedaulatan bangsa. Kuliah umum ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa tentang hubungan antara keamanan siber, geopolitik, dan peran generasi muda dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia.

Empat Narasumber Lintas Perspektif

Kuliah umum ini menghadirkan empat pembicara yang mewakili perspektif legislatif, media, dan keamanan siber:

1. H. Iwan Suryanawan, S.Sos — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat

H. Iwan Suryanawan membuka sesi dengan perspektif legislatif tentang peran kebijakan publik dalam memperkuat pertahanan siber nasional. Beliau menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong literasi digital dan keamanan siber di tingkat masyarakat.

“Ketahanan siber bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Setiap daerah harus memiliki kapasitas untuk melindungi infrastruktur digitalnya. Generasi muda seperti mahasiswa STMIK Tazkia adalah garda terdepan dalam membangun pertahanan siber dari tingkat lokal hingga nasional,” tegas H. Iwan Suryanawan.

H. Iwan Suryanawan menyampaikan materi di podium DPRD Kota Bogor

2. Dr. Adityawarman Adil, S.Si., M.Si — Ketua DPRD Kota Bogor

Sebagai tuan rumah yang menyambut kegiatan di gedung DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil memberikan pandangan tentang bagaimana transformasi digital di pemerintahan harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber. Beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang aman.

“Kota Bogor sedang bertransformasi menuju kota cerdas. Tetapi smart city tanpa pertahanan siber yang kuat ibarat rumah tanpa kunci. Kami sangat mengapresiasi STMIK Tazkia yang mengedukasi mahasiswanya tentang urgensi keamanan siber dalam konteks geopolitik. Ini adalah investasi untuk masa depan bangsa,” ujar Dr. Adityawarman Adil.

Dr. Adityawarman Adil menyampaikan sambutan sebagai Ketua DPRD Kota Bogor

3. Ricky Setiadi, S.Kom., M.Kom — Ahli Cyber Security Indonesia, Dosen STMIK Tazkia

Ricky Setiadi membawakan materi inti tentang lanskap ancaman siber global dan posisi Indonesia di dalamnya. Dengan pengalaman mendalam di bidang keamanan siber dan berbagai sertifikasi internasional, beliau menjelaskan bagaimana serangan siber telah menjadi instrumen geopolitik yang digunakan oleh negara-negara untuk memperebutkan pengaruh di era digital.

“Indonesia adalah target utama serangan siber karena populasi digitalnya yang besar dan infrastruktur keamanan yang masih perlu diperkuat. Setiap mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Informasi harus memahami bahwa keahlian mereka bukan hanya untuk karir pribadi — tetapi untuk menjaga kedaulatan digital bangsa. Di STMIK Tazkia, kami melatih mahasiswa dengan project-based learning yang langsung bersentuhan dengan skenario keamanan siber dunia nyata,” jelas Ricky Setiadi.

Beliau juga memaparkan contoh-contoh konkret serangan siber terhadap infrastruktur kritis di berbagai negara dan bagaimana Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi ancaman serupa.

Connect: LinkedIn | Profil Dosen

Ricky Setiadi memaparkan materi keamanan siber dan geopolitik

4. Nihrawati, AS — Direktur Radar Bogor

Nihrawati, AS membawa perspektif media dalam konteks perang informasi dan kedaulatan digital. Sebagai Direktur Radar Bogor, beliau membahas bagaimana media menjadi garda terdepan sekaligus target dalam perang siber modern, terutama melalui penyebaran disinformasi dan manipulasi opini publik.

“Perang siber tidak selalu tentang meretas sistem komputer. Perang informasi melalui media digital adalah bentuk serangan siber yang paling berbahaya karena menyerang pikiran dan kesatuan bangsa. Generasi muda harus mampu membedakan informasi yang benar dari yang dimanipulasi — ini adalah bentuk pertahanan siber yang paling mendasar,” ujar Nihrawati.

Nihrawati, AS menyampaikan materi tentang peran media dalam kedaulatan digital

Poin-Poin Kunci yang Dibahas

Selama kuliah umum, beberapa isu strategis dibahas secara mendalam oleh para narasumber:

Kedaulatan Digital sebagai Pilar Ketahanan Nasional

  • Infrastruktur kritis — sistem perbankan, energi, telekomunikasi, dan transportasi yang semakin terhubung secara digital menjadi target utama serangan siber
  • Data sebagai aset strategis — perlindungan data warga negara merupakan bentuk pertahanan kedaulatan di era digital
  • Perang siber lintas negara — serangan siber telah menjadi instrumen geopolitik yang digunakan dalam konflik antar negara

Peran Generasi Muda dalam Pertahanan Siber

  • Talenta siber nasional — Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga ahli keamanan siber untuk mengamankan infrastruktur digitalnya
  • Ethical hacking — kemampuan teknis harus diimbangi dengan etika dan karakter mulia agar digunakan untuk melindungi, bukan merusak
  • Literasi digital — setiap warga digital harus memahami dasar-dasar keamanan siber untuk melindungi diri dan komunitasnya

Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Media

  • Kebijakan publik — regulasi keamanan siber harus terus diperkuat di tingkat nasional dan daerah
  • Pendidikan tinggi — kampus berperan mencetak talenta siber yang kompeten dan berintegritas
  • Media — berperan dalam edukasi publik dan melawan disinformasi yang mengancam persatuan bangsa

Penyerahan sertifikat kepada narasumber Kuliah Umum STMIK Tazkia

STMIK Tazkia: Mencetak Generasi Digital yang Berdaulat

Kuliah umum ini menegaskan komitmen STMIK Tazkia dalam menghasilkan lulusan IT yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami konteks strategis keamanan siber dalam geopolitik Indonesia. Melalui kurikulum yang mencakup keamanan siber, analisis data, dan nilai-nilai ketazkianan, STMIK Tazkia mempersiapkan mahasiswanya untuk menjadi garda terdepan pertahanan digital bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah, di mana DPRD Kota Bogor membuka ruangnya sebagai tempat diskusi strategis tentang masa depan keamanan siber Indonesia.

Bergabung dengan STMIK Tazkia

Tertarik menjadi bagian dari generasi digital yang berdaulat, unggul, dan berkarakter mulia? STMIK Tazkia membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk dua program studi:

  • S1 Sistem Informasi — fokus pada Project Management, Machine Learning, Data Analytics, dan Business Information System
  • S1 Teknik Informatika — fokus pada Cyber Security, Artificial Intelligence, Software Engineering, dan Web Development

Daftar sekarang atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang program studi, biaya kuliah, dan jadwal seleksi mahasiswa baru di STMIK Tazkia Bogor.


STMIK Tazkia berkomitmen membangun generasi digital Indonesia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran geopolitik dan karakter mulia untuk menjaga kedaulatan bangsa di era siber.